Aku dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang terbiasa hidup dengan kesederhanaan, walaupun kadang sering ada kelebihan(dalam hal materi) namun ke dua orang tuaku selalu mengajariku untuk hidup sederhana. ayah ku yang pekerjaanya seorang pegawai swasta di salah satu pabrik ternama di Indonesia dan ibuku seorang ibu rumah tangga yang terkadang bekerja di sawah. dan kini aku duduk di semester 5 Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, jenjang pendidikan yang jauh lebih tinggi dari kedua orang tuaku, Beliau (Bapak Ibu) lulusan SD.
dulu waktu aku masih duduk dibangku Mi, aku pnya seorang temen yang dia berkelimpahan harta dan waktu itu ibunya pernah berkata seperti ini kpd ibuku "mbk, aku sekarang udanh nabung buat...(sebut nama anaknya) untuk masa depan dia nnti kuliah", saat ibuku mendengar perkataan itu betapa ingin menangis mengeluarkan air mata dalam hati ibuku berdoa "ya Allah Engkaulah yang maha segla-galanya semoga kelak anakku beranjak dewasa bertambah midahlah rejeki ku kana aku ingin menyekolahkan anakku samapai setinggi-tingginya" demikian doa itu yang selalu ibuku panjatkan disetiap sujudnya.
denagn segala kuasa Allah alhamdulilah kedua orang tuaku bisa menyekolahkan aku sampai sekarang dan bagaimana dengan nasib temenku Mi ?? keluarganya broken home sempat aku mendengar kabar bahwa ddia sekarang kerj di Luar Kota/luar negeri gitu dengan ibunya. yang selalu aku ingat pesen dari Bapak Ibuku "jangan pernah sombong dengan apa yang kamu punya, karena semua milik Allah jika Allah berkehendak maka Allah akan mengambilnya dalam kedipan mata".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar